Kamis, 27 Maret 2014

Obrolan Menjelang Senja

Le, bagaimana sekolahmu
Aku bertutur,”lancar mak”
Apa masih lama selesainya, beliau menimpali
Sekitar satu tahun lagi mak, “aku menjawab”
Masih lama ya, uangnya dari mana bisa sampai selesai kuliah
Diam sejenak,
Mak, emak tidak usah mengharapkan aku kaya dan punya banyak uang.
Emak jangan mempunyai mimpi aku akan menjadi sukses berkendara mobil..
Emak menjawab dengan meneteskan air mata
Emak tidak berharap kamu membawa uang banyak
Jadi orang sukses dan mengendarai mobil
Emak hanya minta kowe jadi orang yang bermanfaat bagi yang lainnya…
Meneteskan air mataku tak terhingga 




Avan
190414

Berharap kepada pemilu

Apakah pemilu masih bisa diharapkan?
Apakah pesta demokrasi masih dielukan keberhasilannya?
Apakah pesta lima tahun sekali ini jalan yang benar?
Oh Tuhan, sudah berulang kali acara lima tahun ini digelar
Namun nasib yang kami gantungkan tak kunjung berubah
Wakil yang kami pegang janjinya tak kunjung diwujudkan
Kepada siapa lagi kami mengeluh kalau bukan kepada engkau, Ya Rabbi
Rakyat sudah cukup dalam kehimpitan yang amat sangat mendalam
Tiada lagi yang bisa membantu kecuali engkau ulurkan tangaMu
Manusia-manusia itu hanya mengeruk keuntungan materi
Perut gendut mereka adalah wujud pasti materi mereka
Percepat kehancuran bila itu jalan yang harus ditempuh
Tuk mendapatkan peradaban yang benar-benar baru.


Avan
190414

Apa Tugas Wakil Rakyat?



Partai satu mengunggulkan calonnya untuk maju
Partai satunya meng kampanyekan yang dijunjung
Partai satunya lagi memandu-mandu capres pujaan
Mereka berkampanye meski di hariaktif bekerja
Tugas utama hilang ditelan kepentingan partai
Mereka yang mengaku wakil rakyat
Melupakan amanah yang dipanggul dipundaknya
Mereka berasyik mansyuk dengan partainya masing-masing
Berjoget diiringi lagu dangdut hit di pasaran
Ramai-ramai melupakan tugas penting






Avan
190414

Sabung Partai

Partai A tak akan mengalah
Tehadap partai B
Partai B tak akan mau kalah
dengan partai C
Begitu juga dengan partai D
pasti tak ingin dikencingi oleh partai C
Ambisi partai tak lagi ingin menyatukan bangsa
Sabda persatuan Indonesia hanya sekedar ungkapan
Tak terwujudkan dalam kenyataan
Apa bedannya dengan sabung ayam,
Ayam satu ingin menang
Mengalahkan ayam yang satunya lagi
Demi mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari si empunya ayam
Manusia hilang martabatnya
Serendah-rendahnya seperti hewan yang berkaki empat
Meski lebih rendah sekalipun


Avan
140414  

Fatwa Murah (an)

Obral fatwa kian ramai diutarakan
Tiap mulut mulai menuturkan fatwanya
Tak peduli apa yang difatwakannya
Mulai fatwa tentang rokoklah,
Makanan prasmanan yang tak terbatas jumlahnya
Dan tak tertinggal fatwa tentang minuman yang berlabel antek yahudi
Tanpa pikir panjang dan mendalam
Kepentigan siapa yang digalakkan,
Agama, uang ataukah kepentingan kekuasaan
Fatwa keluar tanpa pertimbangan
Apa ini yang namanya fatwa, kedewasaan
Kedewasaan macam apa yang dialami
Jika ada fatwa remeh temeh demikian bermunculan…
Obral fatwa makin rame di pasaran
Mari saling mengumbar fatwa..


Avan
190414

Capres Idola



Capres siapa yang akan menang
Yang janjinya mensejahterakan rakyat
Dah kebal dengan percaya janji yang diucapkan
Yang pasti yang pintar dong
Buat apa pintar jikalau untuk membodohi rakyat
Yang pasti yang ngasih uang banyak
Nah itu mungkin bisa dipertimbangkan
Tapi rakyat sudah mulai pintar sekarang
Terima uangnya, pilihannya terserah mereka
Meski bukan yang memberi uang yang dipilih


Avan
190414