Jumat, 01 Juli 2011

Islam “Ngayomi” Semua Umat.


Saya ingin bercerita tentang Rosulullah. Tapi pakai bahasa Indonesia campur bahasa jawa ya. Tentu teman-teman juga pernah mendengarkan cerita ini dan pasti ada juga yang belum tahu thow!!!!! Ya dah yang sudah tahu jangan ngasih tahu yang belum tahu dan yang belum tahu jangan nanya yang sudah tahu. Setuju nggih……..
Ketika Rosulullah menaklukkan kota makkah atau yang sering disebut dengan Fathul Makkah, beliau tidak pernah berbuat “sak-sak’e” terhadap umat non muslim, kafir Quraisy khususnya. Seperti laiknya perang ,yang dilakukan Rosulullah dan pasukannya, biasanya Si pemenang menjarah harta, ternak dan apapun yang benilai yang dimiliki oleh Si lawan. Selain itu biasanya Si lawan dihina, dipenjara, dianiaya dan lain sebagainya. Namun berbeda dengan perang ini.
Teman-teman ingin tahu apa yang dilakukan Rosullullah terhadap pasukan yang kalah dalam pertempuran itu yaitu kafir Quraisy. Rosul meminta sahabat-sahabatnya untuk menyiapkan harta dan ternak yang dijarah dari perang yang didapatkan sebelumnya di setiap pintu keluar kota makkah.
Rosul bersabda kepada para sahabat                                              
ليس هذا اليوم يوم الملحمة وإنّ هذا اليوم يوم المرحمة                                 
Artinya: Hari ini bukanlah hari pembantaian, melainkan ini adalah hari kasih sayang (valentinnya orang islam kali ya….)
Para sahabat berkumpul membicarakan apa yang diperintahkan oleh Rosulullah. Kemudian ada sahabat yang bertannya,“Ya Rosulullah, untuk siapakah harta, ternak dan lain-lain disiapkan?”.
Sahabat lain menambahi,”Bukankah ini semua harta, ternak jarahan yang kita dapatkan merupakan hak kita, pasukan muslim?”.  
Rosulullah bertanya, ”Sudah berapa lama kalian mengenalku?”.
Para sahabat menjawab secara serempak, ”Lima sampai tujuh tahun, ya Rosulullah”.
Kemudian Rosulullah menimpali, ”Yang kalian tahu aku mencintai kalian atau tidak?”
“Iya, ya Rosulullah,” Para sahabat merespon.
Lalu Rosulullah menegaskan, ”Lalu mana yang kau pilih, cintaku atau harta dan ternak itu?”.
Dan semua sahabat menangis tidak rela jika Rosul membenci mereka karena mereka lebih memilih harta dan ternak dari pada cintanya Rosul.
Pastinya temen-temen dan hadirin semua dapat mengambil pelajaran yang terkandung dalam cerita tadi. Ya kalau belum dapat menangkap apa-apa yang terdapat dalam cerita tadi, saya mencoba sedikit menjelaskan. Namun teman-teman dan hadirin boleh tidak seiya dengan saya.
Dari cerita tersebut saya dapat mengambil pelajaran bahwa apa yang dipraktekkan oleh panutan umat islam, Rosulullah, sungguh sangat mulia. islam bukanlah agama yang keras, kejam dan apa yang seperti orang sekarang maksudkan. Ia merupakan agama yang penuh dengan kasih sayang. Bukan hanya kepada sesama muslim akan tetapi ke semua umat meski berbeda iman.
Sekian dari saya. Ma’af bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Wabillahi attaufiq wal hidayah warridho wal inayah. Wassalamualaikum Wr. Wb.
         Demikian sumbangan yang bisa saya berikan kepada temanku. Kurang lebihnya saya minta maaf.

                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar