Oleh: Ahmad Faid
Sekitar
sepuluh hari lagi lebaran akan kita rayakan. Lebaran Idul fitri tepatnya. Lebaran
dilihat dari sudut bahasa jawa mumpunyai bentuk kata lain yaitu; lebar-lebur-luber-labur.
Lebar artinya kita akan bisa lebaran(baca; selesai) dari kemaksiatan. Lebur
artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber(baca; penuh yang berlebih) dari
pahala, luber dari keberkahan, dan luber dari rahmat Allah SWT. Sedangkan labur
artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa,
maka hati akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa, makanya wajar saja kalau
mau lebaran biasanya rumah-rumah banyak yang di labur, hal ini mengandung arti
pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah dilakukan selama tiga
puluh hari.
Lebaran
dan Kekinian
Mari
kita telisik lebih jauh lagi arti lebaran. Jika arti lebaran disinggungkan dengan
masalah kekinian maka hal ini akan menyamarkan arti lebaran bagi kita karena
biasanya kita hanya mengartikan lebaran hanya menurut kamus tanpa mencari
bentukan kata lain seperti yang tertulis di atas. Saya akan mencoba menyelam
lebih dalam mengenai arti kata dikaitkan dengan kondisi yang terjadi di negeri
kita tercinta ini.
Arti
pertama bentukan kata lain dari lebaran adalah lebar(baca; selesai) dari
kemaksiatan, ketidakjujuran, kejahilan dalam membela kubu yang sedang bersaing
dan dari melampiaskan keinginan hasrat tuk memiliki dunia sebanyak-banyaknya.
Hal
ini sangat tidak teraplikasi dengan benar melihat apa yang terjadi di dunia
perpolitikan dan, dilingkungan kita. Lihat saja ketika keputusan para
intelektual kita membela capres dan cawapres yang sedang berkompetisi. Mereka
membela salah satu kubu dan biasanya menjelekkan kubu lain yang berseberangan
dengan kubunya. Tanpa lagi menimbang secara intelek dan martabat yang ada
dipundaknya. Wawasan dan kecerdasan seakan tergeser dan hilang karena
kepentingan pribadi.
Arti
kedua yaitu lebur artinya kita meleburkan kesalahan yang pernah kita lakukan
kepada orang yang pernah kita sakiti. Biasanya meleburkan kesalahan ini
diwujudkan dengan permintaan ma’af. Bukan hanya sekedar ma’af yang terucap di
lidah tapi kesungguhan untuk tidak melakukan lagi kesalhan yang pernah
dilakukan di masa lalu.
Arti
ketiga ialah luber(baca; lebih). Hal ini berarti ketika lebaran banyak pahala
yang berlebih yang diobralkan Tuhan kepada manusia yang mengharapkan tuk
mendapatkan. Selain itu, lebih pula berkah dan rahmatNya. Berkah merupakan
peristiwa dimana ada sesuatu yang terkandung di dalamnya. Seperti gaji tiga
ratus ribu yang dapat memenuhi hidup ketika ada sebagian yang disedekahkan. Hal
itulah yang menyebabkan berkah. Sedangkan rahmat merupakan kasih sayang Tuhan
kepada makhluknya. Hanya orang yang bersungguh dan sedia melebur diri yang akan
mendapatkan berkah dan rahmat Tuhan.
Arti
keempat adalah labur. Artinya membersihkan diri, rumah maupun lingkungan.
Membesihkan diri bearti mencoba lahir kembali menjadi manusia seperti bayai
yang putih bersih tanpa noda sedikitpun. Bukan kembali ke bentuk fisiknya namun
lebih kepada ke ruhani dari si bayi tersebut. Membersihkan rumah dan lingkungan
bisa berarti membersihkan kotoran yang ada di rumah dan di lingkungan ataupun
memperindahnya.
Oleh
sebab itu sudah menjadi pemandangan lumrah bila kita melihat banyak dari kita
melaksanakan bersih-bersih rumah dan lingkungan bila menjelang lebaran, namun
umumnya tanpa dibarengi dengan me-labur-I diri ataupun badan sendiri.
Bila
melihat arti yang terpapar di atas, apakah kita sudah berlebaran di tahun ini.
Silakan dimaknai sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar