Senin, 21 Juli 2014

Kaburnya Arti Lebaran


Oleh: Ahmad Faid
 
Sekitar sepuluh hari lagi lebaran akan kita rayakan. Lebaran Idul fitri tepatnya. Lebaran dilihat dari sudut bahasa jawa mumpunyai bentuk kata lain yaitu; lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran(baca; selesai) dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber(baca; penuh yang berlebih) dari pahala, luber dari keberkahan, dan luber dari rahmat Allah SWT. Sedangkan labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa, makanya wajar saja kalau mau lebaran biasanya rumah-rumah banyak yang di labur, hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah dilakukan selama tiga puluh hari.

Lebaran dan Kekinian

Mari kita telisik lebih jauh lagi arti lebaran. Jika arti lebaran disinggungkan dengan masalah kekinian maka hal ini akan menyamarkan arti lebaran bagi kita karena biasanya kita hanya mengartikan lebaran hanya menurut kamus tanpa mencari bentukan kata lain seperti yang tertulis di atas. Saya akan mencoba menyelam lebih dalam mengenai arti kata dikaitkan dengan kondisi yang terjadi di negeri kita tercinta ini.
Arti pertama bentukan kata lain dari lebaran adalah lebar(baca; selesai) dari kemaksiatan, ketidakjujuran, kejahilan dalam membela kubu yang sedang bersaing dan dari melampiaskan keinginan hasrat tuk memiliki dunia sebanyak-banyaknya.
Hal ini sangat tidak teraplikasi dengan benar melihat apa yang terjadi di dunia perpolitikan dan, dilingkungan kita. Lihat saja ketika keputusan para intelektual kita membela capres dan cawapres yang sedang berkompetisi. Mereka membela salah satu kubu dan biasanya menjelekkan kubu lain yang berseberangan dengan kubunya. Tanpa lagi menimbang secara intelek dan martabat yang ada dipundaknya. Wawasan dan kecerdasan seakan tergeser dan hilang karena kepentingan pribadi.          
Arti kedua yaitu lebur artinya kita meleburkan kesalahan yang pernah kita lakukan kepada orang yang pernah kita sakiti. Biasanya meleburkan kesalahan ini diwujudkan dengan permintaan ma’af. Bukan hanya sekedar ma’af yang terucap di lidah tapi kesungguhan untuk tidak melakukan lagi kesalhan yang pernah dilakukan di masa lalu.
Arti ketiga ialah luber(baca; lebih). Hal ini berarti ketika lebaran banyak pahala yang berlebih yang diobralkan Tuhan kepada manusia yang mengharapkan tuk mendapatkan. Selain itu, lebih pula berkah dan rahmatNya. Berkah merupakan peristiwa dimana ada sesuatu yang terkandung di dalamnya. Seperti gaji tiga ratus ribu yang dapat memenuhi hidup ketika ada sebagian yang disedekahkan. Hal itulah yang menyebabkan berkah. Sedangkan rahmat merupakan kasih sayang Tuhan kepada makhluknya. Hanya orang yang bersungguh dan sedia melebur diri yang akan mendapatkan berkah dan rahmat Tuhan.
Arti keempat adalah labur. Artinya membersihkan diri, rumah maupun lingkungan. Membesihkan diri bearti mencoba lahir kembali menjadi manusia seperti bayai yang putih bersih tanpa noda sedikitpun. Bukan kembali ke bentuk fisiknya namun lebih kepada ke ruhani dari si bayi tersebut. Membersihkan rumah dan lingkungan bisa berarti membersihkan kotoran yang ada di rumah dan di lingkungan ataupun memperindahnya.
Oleh sebab itu sudah menjadi pemandangan lumrah bila kita melihat banyak dari kita melaksanakan bersih-bersih rumah dan lingkungan bila menjelang lebaran, namun umumnya tanpa dibarengi dengan me-labur-I diri ataupun badan sendiri.            
Bila melihat arti yang terpapar di atas, apakah kita sudah berlebaran di tahun ini. Silakan dimaknai sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar