Minggu, 12 Desember 2010
Nikmatnye bersholawat bersama
Gemuruh riuh ramainya alunan sholawat Al-Barzanji para jama'ah yang diiringi tabuhan rebana yang penuh semangat kemarin malam, terasa masih teringat jelas dalam MMC ku. Entah karena teringat porsi nasi kecil yang disajikan atau teringat terhadap semangat ketika membacking vokal pembacaan sholawat bersamaan dengan para jemaah lain. Bukan karena tak tahu pengertian bersyukur, akan tetapi jika untuk porsi anak-anak kos itu sangatlah kurang{berdasarkan jejak pendapat beberapa teman}. Peristiwa itu dilaksanakan berkenaan dengan telah lahirnya cucu adam berjenis kelamin perempuan alias cewek yang diberi nama Nabila Nur Az-Zahra dari pasangan Agus Waluyo dengan Siti Juwairiyah yang merupakan tetangga dekat kami{Q n temen" kos}. Q melihat guratan kebahagiaan tertempel di wajah mereka{Haduwh, jadi ikut bahagia nie, ahihihihi} setelah diselesaikannya potong rambut si jabang bayi. Aqiqoh ,yang diserap dari bahasa Arab, itulah nama dari peristiwa tersebut. Umumnya, Ia dilaksanakan ketika si jabang bayi berumur seminggu. Teringat keterangan kyai H. Aminuddin Ihsan bahwasannya jenis kelamin tidaklah mengurangi jumlah kambing yang disembelih, entah laki-laki ataupun perempuan. 2 bagi bayi laki-laki dan 1 bagi bayi perempuan adalah merupakan anjuran. Dalam buku Pangeran Bersarung dikatakan "kito kuwi orang jawa, yo tak usah gunakke nama sing kearab-arab'an atau kebarat-baratan. Nang jawapun banyak nama yang bermakna sebagus nama Arab. Tunjukkan kalau kita orang jawa dengan cara gunakke nama jawa" akan tetapi, Q yakin jika nama yang disematkan terhadap si jabang bayi tersebut sangat bermakna, bukan alasan hanya karena nama tersebut diimpor dari Arab akan tetapi karena mengetahui makna yang terkandung dalam nama tersebut. Semoga menjadi anak yang sholehah, berbakti terhadap kedua orang tua, nusa dan bangsa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar