"Tidur yang berkualitas adalah tidur yang tidak ada mimpi di dalamnya, juga tidak nge-lindur", dia mengutip pendapat seseorang. Dia menjelaskan,"Kenapa bisa beranggapan demikian, karena dengan tidak sengaja, orang yang bermimpi dalam tidurnya telah mempekerjakan otaknya untuk bekerja dan akan berdampak pula pada fisiknya, jadi dalam tidurpun dia masìh berfikir padahal aturannya{menurut ahlinya, ya'e....ahihii} tidur adalah istirahat bagi semua anggota tubuh termasuk otak. Contoh; ketika orang bermimpi dikejar anjing, maka dia akan lari sekencang-kencangnya untuk menghindarkan diri dari cokotan anjing tersebut. Akibatnya, ketika dia terbangun, maka dia akan mandi keringat karena lari ketakutan dikejar anjing. Jadi, tidur tidaklah cukup dengan hanya memejamkan dan mengistirahatkan mata jua anggota tubuh, akan tetapi sangat diharuskan untuk mengistirahatkan otak untuk berfikir, ya meskipun hanya dengan 5 menit agar tercipta ide'' yang cemerlang di saat terbangun". Jangan bermimpi dan nge-lindur ketika tidur agar tidurmu itu berkualitas dan dapat menghasilkan ide" yang brilliant dan jangan terlalu banyak tidur, ahahaha. Q kira mimpi dan nge-lindur bukanlah kesengajaan yang dilakukan oleh Si petidur. Sekarang Q baru mengetahui dan menyadari bahwa perkiraanku itu adalah benar adanya. Pertanyaan yang masih menggelantung adalah kalau bermimpi dan nge-lindur yang tidak disengaja saja tidaklah berkualitas maka bagaimanakah mimpi yang direncanakan?!?? Pastilah amat sangat tidak berkualitas, Ahahahaha. Bagaimana dengan tidurku yang selama ini, berkualitaskah?? Dan bagaimana dengan tidurmu...?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar