Senin, 27 Desember 2010

Wejangan Mamakku

Perbincangan tersebut terjadi ketika kita(Q, mamake, dan bapake) berada di ruang depan di sore hari. Berawal ketika melihat temenku semasa Mts sedang menggendong anaknya. Mamake berkata,"ora usah rabi dhiesek, rabi kuwi gampang, sing angel kuwi ngrumati anak bojone... Ga usah nikah dulu, karena nikah itu gampang, yang rumit itu merawat anak istrinya". Sambil tertawa kecil kepadaku. Q ingin menggugat, tapi Q berfikir 2X untuk berbuat demikian, karena akan bertambah panjang lebar perbincangan yang sedang berlangsung. Jadi, Q hanya sibuk berbincang dalam hati. Dan Bapake yang berada di antara kita hanya terdiam tak ikut meramaikan pembicaraan. Q teringat perkataan temanku tentang "rizki itu tak usah dipikir, rizki itu sudah da yang ngatur". Perkataan tersebut bukanlah bertentangan dengan wejangan mamakku. Q yakin bahwa perkataan itu mengandung makna. Q pun pernah mendengar bahwa perkataan tersebut bukan salah akan tetapi akan salah ketika diterapkan untuk kehidupan orang awam seperti kita. Pedoman tersebut cocok untuk orang yang maqomnya tinggi. Q yakin benarnya akan pedoman tersebut. Sehingga Q menyimpulkan, bahwa Q disuruh untuk berpenghasilan terlebih dahulu oleh mamake agar tidak terabaikannya keluargaku kelak. Semoga akan selalu teringat wejangan yang diberikan oleh mamakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar