"Luar biasa!!!" seperti layaknya perkataan motivator ketika menemukan sesuatu yang "wow". Aku pun jua demikian, ketika mengikuti agenda "ngaji kitab" rutinan {halah sok rajin'e diriku inie, ahihihi} yang diasuh oleh kyai H. Aminuddin Ihsan dan di laksanakan setelah sholat maghrib di masjid darussalam sebelah selatan kos di mana aku menetap. Dalam Ta'lim tersebut, membahas bab tentang "hadist ...kullu bid'ah...". Apakah benar kata kullu hanya mengandung satu makna thok?? Dan apakah kata kullu dimaknai "semua"???
Ternyata tidak, kata kullu mempunyai dua makna yaitu semua dan sebagian. Dan dalam kalimat tersebut dimaknai sebagian bukan semua, jadi semua bid'ah itu tidak sesat akan tetapi sebagian ada yang sesat dan sebagian lagi ada yang tidak, ada kalanya bid'ah itu malah dianjurkan seperti; sholat tarawih berjama'ah, dua adzan ketika akan melaksanakan sholat jum'at dll. Itu semua adalah hasil ijtihad Sayyidina Umar.
Dan jika hal itu merupakan bid'ah{sesat}, berati sahabat umar telah melakukan penyelewengan tentang ajaran Rosul saw nau'dzubillah. "Ya kalau kalian ingin tahu kok bisa seperti itu, berarti kalian harus mempelajari balaghah{ilmu ke- bahasaan} di situlah kegunaan ilmu tersebut" ujar sang kyai.
Selain itu, beliau juga mengatakan, mengutip dari gurunya ,syekh mutawalli sya'rowi,"jika kalian ingin mengetahui proses terjadinya manusia, maka perhatikanlah orang yang akan mati" beliau melanjutkan penjelasanya,"ya karena dalam sakaratul maut itulah, nyawa manusia diambil". Aku mencoba tuk membayangkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar