Selasa, 25 Januari 2011

24 Januari 2011

"Bukannya Q pengecut tuk mengambil keputusan, akan tetapi Q tak berani tuk menggantungkan dirimu kepadaku. Q pun belum siap tuk memikirkan hal-hal yang serius, seperti menikah karena Q pun masih mengingat  jelas wejangan mamakku yang masih melekat di memoriku. Dan pastinya, Q masih berkeinginan tuk bebas. Q pun mengira perjodohanmu dengan Si dia telah berakhir sebagaimana yang diharapkan oleh keluarga".
Semalam, janjinya tuk menghubungikupun di tepatinya. Jam sembilan lebih sedikit, hape ku mengumandangkan ringtone kesukaanku, dung, dung, dung, panggilan kepada pemilik hape ditunggu di kuping kiri segera 3x,.Q berharap, dia tak membicarakan masalah yang kemarin.Harapan tinggallah harapan, bisa menjadi kenyataan bisa tidak,. Dia mengungkitnya kembali, hingga Q bingung harus berkata apa untuk tidak menyakitinya. Tiba-tiba, Q langsung teringat kata-kataku ketika Q menasehati temanku. "Semanis apapun kata yang keluar dari mulut, jika itu mengecewakan hatinya, pastilah dia akan tetatp kecewa denganmu". Memang benar demikian, dia memarahiku hingga Q tak bisa berkutik, ya meski hanya sejengkal. Q menawarkan hubungan kakak dan adik, tapi Q kira kamu tak tertarik akan tawaranku. Q menyayangkan sifatnya yang seakan-akan Q adalah satun-satunya lelaki yang ada di dunia ini dan sifat egoisnya untuk harus memiliki sesuatu yang dia inginkan. pada hal, laki-laki di dunia itu sangat banyak dan tentunya lebih baik, tapi begitulah kalau sudah cinta, tak mungkin memandang objek lain dan tidak semua apa yang kita inginkan sesuai dengan keinginan Tuhan, bukannya Tuhan tak sayang kepada kita karena tak mewujudkan keinginan kita, akan tetapi pasti ada yang lebih baik yang menunggu kita di sekian kilometer. Q berharap setidaknya kau tak membenciku dan menerima tawaran yang Q ajukan.  
Cobalah untuk menyelaraskan keinginan Tuhan dengan keinginanmu, agar hidup ini lebih enak untuk di jalani, jangan sebaliknya. Seperti kata-kataku kemarin, cintailah makhluk ala kadarnya, jangan melebihi cinta-Nya kepada khalik, sehingga suatu saat jika ada ketidak cocokan, kita bisa dengan mudah tuk melupakannya. 
Aku tak ingin berjanji, karena hal itu akan menyakitkanmu jika Q tak mewujudkannya. 
Percayalah, jika kita berjodoh, pastilah kita akan dipertemukan.  
ya beginilah Q, pandai tuk memberi nasehat tapi tak pandai tuk mengaplikasikannya...  
maafkan Q ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar