Rabu, 19 Januari 2011

Sedikit Tentang KyaiKanjeng

"Eksplorasi musik KiaiKanjeng hampir tidak membatasi dirinya pada jenis atau aliran musik. Karena secara musikal alat Kiai Kanjeng memiliki berbagai kemungkinan, maka pengembaraan cipta mereka sangat ragam: dari eksplorasi musik tradisional Jawa, Sunda, Melayu dan Cina, termasuk penggalian dari berbagai etnik lain seperti Madura, Mandar, Bugis dan lainnya (KiaiKanjeng berulangkali tampil dalam Festival Gamelan Internasional) — KiaiKanjeng juga tidak menutup dirinya untuk memainkan nomer-nomer Barat modern, pop, blues, jazz (KiaiKanjeng tampil juga dalam Festival Jak-Jazz). Jangan lupa juga dangdut. Ketika tur di 6 kota di Mesir, KiaiKanjeng mengkhususkan diri mengaransir kembali lagu-lagu “Si Bintang Timur” Ummi Kaltsum dan memperoleh sambutan tak terduga hangatnya dari masyarakat Mesir.
Emha Ainun Nadjib menyebut eksplorasi global Gamelan KiaiKanjeng itu sebagai suatu bentuk sikap “Post-Globalisme”, yang juga diterapkan di berbagai bidang kehidupan manusia dan masyarakat. Emha Ainun Nadjib dan KiaiKanjeng tidak anti musik tradisional, tidak juga menolak musik modern dunia — tetapi tidak bersedia diperbudak oleh kedua-keduanya. Bertahan konservatif dalam budaya tradisi membuat manusia lenyap dari sejarah, tetapi menyediakan diri diseret oleh budaya globalisasi membuat manusia menjadi budak kebudayaan yang dipanglimai oleh kapitalisme industri. Melawan globalisasi tidak dengan puritanisme tradisional — lokal, melainkan dengan memijakkan kaki di tanah tradisi sambil menelan tawaran globalisasi untuk diolah dengan kepribadian yang mandiri."
really, really cool pendirian yang dilontarkan di dalam blog kyaikanjeng. Q salut banget......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar