Beberapa hari ini Q absen tuk mencoret-coret blog coz Q agk kecewa ketika nulis tiba-tiba ilang, tapi kayaknya hal itu terjadi dkarenakan kecerobohanku sendiri. Dan hari inie, Q pengen ngaBisin tinta tuk coret-coret papan putih inie.
Pergantian tahun biasanya diisi oleh berbagai selebrasi yang dilakukan oleh masyarakat dari yang kecil, muda hingga tua, baik di desa maupun kota. Dan Q kira itu adalah jadwal rutin dan wajib untuk dilaksanakan. Pun juga demikian, tahun baru kemarin masyarakat Solo juga meryakan agenda pergantian tahun seperti yang sudah-sudah. Di Solo, banyak titik-titik tempat yang digunakan masyarakat untuk menyambut tahun baru seperti sepanjang jalan Slamet Riyadi, Stadion Manahan, Stadion Sri Wedari, Alun-alun Lor maupun Kidul dan sebagainya. keramaianpun dimulai dari jam 6 hingga jam 1 pagi. Agak berbeda dengan perayaan yang dilakukan Q dan teman" kos. Kami tidak ada niat pergi kemana-mana tuk merayakan pergantian tahun, akan tetapi kita berencana tuk merayakan tahun baru dengan acara masak "ayam bakar". Dengan iuran 20rb @anak, kita dapat membeli dua ekor ayam. Akan tetapi keinginan tetaplah tidak bisa mengubah keputusan yang sudah ditetapkan Tuhan. Ternyata ayam yang akan dibakar terlalu empuk, jadi akan sulit jika harus dibakar. Rasa Kecewa pastilah ada, akan tetapi rasa tersebut tak mungkin dapat mengubah apa yang sudah terjadi. Meminjam istilah bule, let be by gone, be by gone artinye yang lalu biarlah berlalu tak perlu disesali. Akhirnya, tuk mengobati rasa kecewa, ayam tersebut digoreng dengan bumbu ala kadarnya dan ala darussalam 2. Besoknya, pada tanggal 1, Q diajak tuk rekreasi ke Pacitan. Rencana awalnya bukanlah rekreasi tapi menemani teman tuk pulang kampung. Sungguh jauh jarak antara Solo Pacitan, kita menghabiskan
4-5 jam tuk tiba disana. Pantatku terasa panas jika harus terus berkendara, akhirnya kita mampir di mie ayam Wonogiri. Jalan rusak dan bergelombang membuat hati kecewa dan akan berefek negatif terhadap "bebekku" jika Q yang berada di posisi Supir. Temanku mengambil inisiatif tuk menggantikan Q yang ugal-ugalan menyetir motor. Jam 11, Kita tiba di pantai Pacitan, Teleng Ria beach, Sungguh ramai nian pantai tersebut. Tapi kita hanya melihat dari jauh agar tak tergoda dengan pengunjung dan makanan yang dijual. Kita berlabuh di pantai Tamannya kaum muda mudi, pengunjungnya kebanyakan kaum muda{ah jadi kepengen, Ahìhihihi} tapi, tak apalah. Itu cuma kenikmatan dunia{halah nie cuma usahaku tuk menghibur diri og, jadi jangan percaya} ada temen yang nyletuk, "ini biza jadi refrensi buat yayank"an kie, hahaha". Dan Q pun hanya bisa menganggukkan kepala. Jam 1, kita mendarat di tempat tujuan ,rumah temen, dengan selamat. Sungguh damai, sejuk, dan tenang suasananya, ditambah dengan gemericiknya Sungai ,yang dipenuhi dengan batu" besar, yang ada di samping rumah. So beautiful i passed that day.
4-5 jam tuk tiba disana. Pantatku terasa panas jika harus terus berkendara, akhirnya kita mampir di mie ayam Wonogiri. Jalan rusak dan bergelombang membuat hati kecewa dan akan berefek negatif terhadap "bebekku" jika Q yang berada di posisi Supir. Temanku mengambil inisiatif tuk menggantikan Q yang ugal-ugalan menyetir motor. Jam 11, Kita tiba di pantai Pacitan, Teleng Ria beach, Sungguh ramai nian pantai tersebut. Tapi kita hanya melihat dari jauh agar tak tergoda dengan pengunjung dan makanan yang dijual. Kita berlabuh di pantai Tamannya kaum muda mudi, pengunjungnya kebanyakan kaum muda{ah jadi kepengen, Ahìhihihi} tapi, tak apalah. Itu cuma kenikmatan dunia{halah nie cuma usahaku tuk menghibur diri og, jadi jangan percaya} ada temen yang nyletuk, "ini biza jadi refrensi buat yayank"an kie, hahaha". Dan Q pun hanya bisa menganggukkan kepala. Jam 1, kita mendarat di tempat tujuan ,rumah temen, dengan selamat. Sungguh damai, sejuk, dan tenang suasananya, ditambah dengan gemericiknya Sungai ,yang dipenuhi dengan batu" besar, yang ada di samping rumah. So beautiful i passed that day.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar