Jelas sudah statusku kini. Dia telah berkata tidak untuk menyukaiku. Spontan, Q kaget akan jawabnya. Benar-benar di luar prasangkaku. Terbesit untuk tak menerima kenyataan ini, akan tetapi, syukur alhamdulillah, Q diingatkan oleh Sang pencipta bahwa manusia tak punya hak prerogatif tuk memaksakan kehendaknya, meski itu baik. Badanku panas dingin, ketika Q tergelincir dalam hal mencitai manusia. Apa Q terlalu mencintainya dan Tuhan cemburu akan tingkahku, atau Q terkena penyakit flu babi, tapi kayake dah ga musim kali yaw, hahaha.
Q sangat berterima kasih kepadanya karena Q disadarkan dari tidur lamaku, selalu memaksakan apa yang selalu diinginkan,. Meski tiada kata suka darinya, tapi Q tetap menyukainya. Pun, Q juga yakin anda pasti menganggap bahwa Q telah bertindak bodoh, membuang waktu dan beranggapan bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan. Mungkin itu benar, tapi Q berpandangan lain bahwa untuk mencintai tidaklah harus dicintai karena ada kemungkinan kita tak sesuai dengan kriteria yang diharapkannya. Q berkata padanya bahwa, "Biarkanlah Q mencintaimu dan tak perlu kau rubah keputusanmu tuk menyukaiku, karena Q sudah cukup senang untuk menyukaimu." untuk pembaca, tak perlu anda kasihan kepadaku, karana Q menjadi lebih dewasa, mencoba menghibur diri, hahahahhaha,.
cinta itu adalah sebuah anugrah. bukan hak kita untuk merubahnya. Tuhan tidak pernah memberikan sesuatu yang sia-sia baik itu sebuah perasaan cinta. yakinlah semua kan indah pada waktunya... (cie....sok dewasa diriku)
BalasHapussemoga engkau memang sudah berubah mnejadi dewasa....
BalasHapusdan yang substansial sekarang adalah cinta tak harus memeiliki, kata orang. Karena yang memiliki secara penuh hanyalah Dia yang Maha Segalanya. Meski terkadang kita berat tuk menerimanya.....tapi aku kira itu adalah bagian dari proses tuk menemukan cinta sejati. (ngipi opo aku ngmong kui, hehehehe)