2/24/2011, Menjelang Isya’
Jarum jam merangkak menuju angka tujuh dan tiga. Menunjukkan waktu isyak telah tiba.
Teringat akan nasehat yang disampaikan sosok guru kharismatik yang kucintai dan ku kagumi, Emha Ainun Nadjib. Dengannya Aku belajar kea’rifan hidup, mencintai makhluk dengan bermacam-macam ras, suku dan agama dan mengakrabi Sang Pemegang Jiwa, Allah SWT.
Hatiku senang bukan main ketika Aku mendapati YouTube video Emha saat memberi pencerahan. Sungguh beruntung Aku. Kalau bukan karenaNya, Aku tak kan menemukannya. Syukron katsir Allahku.
Memang tepat kalaulah pepatah zaman dulu mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan baru sekarang Aku mengerti akan maknanya. Tentu saudara yang belum mengetahui juga penasaran akan makna yang dikandung kata-kata tersebut. Berikut coba Aku uraikan atas apa yang kupahami. Dan Andapun sah sah saja tuk tak percaya akan interpretasiku.
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Artinya ketika kita melakukan apapun niatilah bahwa kita menuntut ilmu. Meski itu berwujud pekerjaan. Karena cara menuntut ilmunya orang yang bekerja adalah dengan bekerja itu sendiri. Jangan hanya niat mencari uang. Karena uang akan mudah didapat. Bingung……..!!!!!
“Menjadi keeper Warnet. Ketika Engkau sepakat untuk bekerja dan akan mendapat gaji sebanyak sekian kalau bekerja selama sebulan. Maka di hari itulah Engkau dipastikan akan mendapat Uang sebagai gaji. Jadi usahlah Engkau bingung akan mencari uang. Untuk 30 hari kedepan, alangkah baiknya kalau diniati menuntut ilmu. Karena sejatinya Engkau tidak hanya mendapatkan letih, jenuh atau apapun. Engkau akan mendapatkan ilmu”.
Itulah konsep berfikir yang salah. Dan harus kita linierkan. Tapi ingat, yang akan diperbuat haruslah hal yang bermaslahat. Tanpa Aku sadari, ternyata hal ini relevan dengan sabda Rosul yang menyatakan bahwa “Kalau Engkau fokus mencari dunia maka yang akan Engkau dapatkan hannyalah dunia yang tak seberapa. Dan jika Engkau niatkan mencari ilmu maka Engkau akan mendapatkan dua-duanya; dunia dan akhirat”.
Ma'afkan jika tak memafhuminya..
Ma'afkan jika tak memafhuminya..
Pukul 21:20 WIB, Masih setia di Pangkalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar