Pukul 20.00, Nangkring di atas kursi merah.
Kini sempurnalah imannya. Separuh iman yang hanya bisa dilengkapai dengan menikah.
Hal yang sejalan dengan hadist Rosulullah, “Sempurnakanlah sebagian imanmu dengan menikah”. Kurang lebih demikian bahasa umumnya. Bahagia sungguh aku kira. Bukan hanya mereka tetapi kita semua juga turut bersuka cita. Meski kami tak dapat mensyahadahi pernikahan mereka. Dan kami hanya melihat bapak penghulu yang menggeloyor pergi mengendarai motornya. Pastilah masih banyak anak adam yang menanti yang harus ia nikahkan.
Sedulurku kini sudah tak lajang lagi. Setelah akad yang diadakan di Banaran, Sragen tadi pagi, <25/2/2011, pukul 09:45>. Khabar itupun mengejutkanku. Khabar yang di utarakan lewat sepotong pesan singkat. Pesan yang berirama kearab-araban. Peristiwa yang sulit Aku percaya. Karena beberapa waktu yang lalu Aku smsan dengan mempelai wanitanya. Hanya sekedar sms biasa. Dia menampik akan terjadinya hal ini, pernikahan. Dia berucap kalau dia tidak pantas jika harus dengan dia. Walau tak percaya, tapi inilah yang terjadi. “Kui gur disiapke telung dino thok og mas (itu hanya dipersipkan tiga hari saja kok)”, akui salah satu tetangga. Setelah Aku Kroscek. Waktu untuk mempersiapkannya adalah lima hari. Meski demikian Aku kira itu adalah waktu yang amat singkat. Tapi meskipun begitu Aku kira semua itu memang sudah ada yang mengaturnya. Apa ini yang namnya kun fayakunnya Sang Gusti, entahlah. Aku melambungkan anganku tinggi. Jika Aku yang dalam pernikahan tersebut, pastilah mamakku akan menyemburku dengan serentetan argumentasi yang akan membuat rambutku kriting. Untunganya bukan Aku yang berada di posisi tersebut.
Ku akui tak selamanya kita dirundung kebahagiaan. Tentunya kesedihanpun pasti juga menghampiri kita. Ya meski itu tak pernah terlintaskan di benak kita. karena kita tak bisa memprediksikannya.
Sehabis acara akad nikah. Saudariku, dengan tak segaja pastinya, kecelakaan. Walau hanya lecet. Tapi Aku pikir itu akan membekas. Tak hanya di dalam tapi luar pun juga otomatis. Sedikit kata yang Aku katakana tuk menghibur saudariku,”Engkau bertambah cantik karena diasesorisi sedikit kaligrafi alami yang terbentuk tadi pagi.”
Ya meski agak sedikit ngapusi, tapi tak apalah. Pastinya kata itu dapat menjadi penghibur dan membuat dia agak tersenyum dan terbang.
Selamat menempuh hidup baru kawan, Both of you.
Tiada seindah kado selain do’a. dan Aku hanya dapat mendoakan.
semoga ,menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Pukul 21: 30, Menjelang tutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar