Tanggal, 1-3-’11, di Nit Net.
Guyuran air hujan membasahi desa pucangan. Kurang lebih sudah tiga hari ini. Ada yang bilang sudah seminggu ini malah. Inilah manifestasi Rahman Rahim-nya Allah. Ya meski banyak yang mengingkari akan ni’mat yang diberikan. Kitapun harus mawas diri. Kita hidup di jagad Nya, mestinya kita juga harus menerima apa yang diperbuatnya. Kita juga harus mentaati tata tertib yang telah ditentukanNya. Senang dengan aturan tersebut atau tidak. Menginap di hotel. Selayaknya, kita harus menghormati tetangga kita. Kita juga harus mentaati tata tertib yang telah dibuat oleh manager. Kita tak bisa berbuat seenaknya. Hal demikian tentulah sering kita dengarkan. Tentu kita juga sering mengabaikannya. Ingat-ingat lagi kawan.
Tulisan berikut ingin…………………..
Ternyata lampunya oglangan<mati>
Berlanjut di episode selanjutnya…
**************
Tanggal, 2-3-’11, masih setia.
Beberapa hari ini akupun dibayangi bermacam kekhawatiran. Mulai dari diterima atau ditolaknya judul yang kuajukan. Hingga kegelisahan yang tak menentu. Berharap sangat judulku akan diterima. Namun jika tidak, ya harus bagaimana lagi. Akupun jua tak papa. Toh banyak juga yang menelan kekecewaan lantaran ngajuin judul yang tak kunjung diACC. Kriteria yang bagaimana yang diinginkan oleh Biro Skripsi. Tak ada seorangpun yang tahu, entahlah. Apa benar aku harus pakai jilbab dulu, gumamku dalam hati. Hush, jangan ngomong kayak gitu. Banyak pertanyaan yang berderet di otakku. Kenapa Biro-nya hanya seorang??? Kemana dosen-dosen yang lain???. Kenapa kita tak boleh mengajukan judul yang sama dengan Mahasiswa sesudah kita, toh pastinya gak akan sama isinya, kalau tak ngopy paste, pastinya???? Kalau memang menjadi Biro, kenapa tak hanya menjadi Biro saja???? Tak usah ngrangkap menjadi Pembimbing atau penguji segala. Kan biar lebih fokus ngurus Skripsi yang diajukan. Ya ini semua hanya akan terpendam dalam hatiku. Tak mengapa. Akupun sudah senang sudah berfikir demikian.
**************
Tanggal, 3-3-’11, siang menyengat. Melanjutkan coretan tertanggal 1-3-’11.
……..Niatku ingin menguraikan kembali pengertian tentang “Kafir”. Dulu sempat disinggung “Bapak”, K.H. Aminuddin Ihsan. Tapi sepertinya Aku lupa akan hal itu. Dan sekarang, oleh Emha Aku diingatkan kembali akan pengertian kata tersebut. Apa arti sebenarnya. Apa benar kafir hanya diartikan orang yang tidak mempercayai Allah dan Rosul-Nya. Berikut uraianku,,,,,,,
Kafir dari sudut terminology berarti orang yang menutupi, menyembunyikan sesuatu atau tidak berterima kasih atau juga sangat boleh diartikan mengingkari nikmat.
Seperti yang diungkapkan wiwiet dalam Blognya, Bahwa:
Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk disebut sebanyak 525 kali.
Kata kafir digunakan dalam al-quran berkaitan dengan perbuatan yang berhubungan dengan Tuhan, seperti :
1) Mengingkari nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya
(QS.16:55, QS. 30:34)
2) Lari dari tanggung jawab (QS.14:22)
3) Menolak hukum Allah (QS. 5;44)
4) Meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:44)
Setelah aku membayangkan. Aku sungguh malu akan tingkahku. Kalau Anda waras dan Anda berpikir secara jernih maka Anda pasti akan merasakan apa yang kurasakan.
Dari itu semua, masih patutkah kita mengatakan bahwa orang lain kafir????????
Kalau iya, sungguh keterlaluannya.
Meski ini semua hanya pengertian secara terminology. Apa kita hanya memandangnya dengan sebelah mata.
Boleh setuju boleh tidak, terserah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar