Berbicara tentang cinta berarti berbicara tentang kebahagiaan, jika dengan adanya cinta kita tidak mendapatkan kebahagiaan, maka kita belumlah menikmati nikmatnya cinta. Beberapa teman menceritakan love story nya kepadaku. Teman pertama adalah seorang cowok ngawi yang seperjuangan dan sejurusan. Ia mengatakan ,yang bisa Q baca dari sikapnya, bahwa cinta itu kesabaran untuk menunggu Si cewek, hingga ada kata "jika kita berjodoh, kita pasti akan disatukan". Benarkah demikian?? "Akan tetapi, jika tidak adanya usaha untuk saling berhubungan; baik lewat perantara media elektronik ataupun secara face to face atau bertatapan muka untuk mengenalnya lebih jauh, maka kapan cinta akan tumbuh dan kapan akan yakin kalau dia memang merupakan cinta yang selama ini engkau cari, teman". Q berpendapat. Keyakinan akan sikap sabar menanti jawaban darinya dan juga sikap apatisnya adalah modal dia tuk menyakinkan hatinya. Dia beranggapan bahwa sikap apatisnya merupakan sikap seorang sholihah. Padahal yang Q teu cewek sholihah itu cewek yang gak neko"{macam" tingkahnya} dan itu dapat dilihat dari baik buruk prilakunya. Entah dapat dari mana dia berpedoman demikian, apakah dari buku yang dibacanya atau dari pengalaman yang sudah dilewatinya. Q dan teman yang lain sempat memberi pendapat bahwa dia harus meminta jawaban akan kesediaanya Si cewek tuk bersama dia. "Jangan mau digantung seperti itu, itu hanya akan membuatmu membayangkan kebahagiaan yang semu belaka". Q menambahi. Q hanya tertawa dalam batin, tak tega Q wujudkan dalam kenyataan karena jika dia mengetahui, dia pasti akan kecewa. Teman kedua adalah pasangan yang Q mengenal akan keduanya, perpaduan antara darah ngawi dan sragen. Si cowok bersifat acuh terhadap Si cewek{tapi Q yakin dia penyayang}, tempramental dan terlalu cepat terkena virus stres sedangkan Si cewek bersifat manja{emang sifat cewek, Q kira}, suka jalan" dan sangat cinta mati terhadap Si cowok dan juga terlalu cepat stress. Dari segi virus stressnya mereka kompak, akan tetapi kekompakannya berwujud "missconnected". Mereka adalah pasangan yang telah mengikatkan hubungannya dalam tali pertunangan. Q kira mereka masih terlalu muda tuk mengikat tali pertunangan. Dengan jiwa mudanya mereka diterpa berbagai masalah, di antaranya "missunderstanding" yang digunakan Si cowok tuk menyulut pertengkaran, Ya meski hanya berupa neng" an. Akan tetapi neng"an mereka memakan waktu lama. Untuk kali ini, Si cowok membuat polah dengan mengajak cewek lain tuk menghilangkan setresnya. Sungguh sulit dipahami polah temanku ini. Sore tadi Q turut bahagia karena Si cewek sudah mulai bisa merelakan jika memang putus yang menjadi keputusan. Tapi Q berharap yang terbaik yang akan menjadi jalan mereka. Teman ketiga adalah seorang cewek ,adik kelas di MANela yang Q gak teu wajahnya seperti apa, yang menuntut ilmu di Semarang. Cerita cintanya agak menyedihkan karena orang tuanya tak menyutujui Si cowok untuk menjadi pasangannya, entah apa alasanya yang pasti mereka saling mencintai. Kemarin, dia bercerita bahwa dia telah bubaran{putus} dengan cowoknya. Dia mengatakan kalau dia tak bisa melupakan cowoknya, kemanapun selalu ingat padanya dan sulit tuk menghilangkannya dari fikirannya, sungguh cinta telah membuatnya gila dan setres. Akan tetapi, untuk saat ini dia menyibukkan dirinya dengan media elektronik; yaitu internet berupa face book agar dapat meghilangkan memori tentang cowoknya dari fikirannya. Ingat, ridho Ilahi tergantung ridho orang tua. Padahal dalam buku "Pangeran Bersarung", cinta adalah merupakan alat, jika tak pandai menggunakannya maka ia akan memperalat manusia dalam kesengsaraan, secara hakikat dan kenikmatan, secara kongkrit dan jika pandai menggunakannya maka ia akan melejitkan manusia dalam tingkatan yang tertinggi menuju Sang khalik. Semoga cerita cintaku tak seperti nasib Teman" ku. Sedikit memberi masukan, "cintailah mahluk ala kadarnya karena mahluk adalah tak kekal, tempatnya salah dan tak sempurna seperti khalik, dan Sang khalik akan jealous jika cinta kepada-Nya melebihi cinta kepada makhluknya, opo ra bingung kalo Sang khalik jealous kepada kita, mau idup dimana kita!!!". Semoga dapat mengambil hikmahnya..
knapa tak kau tulis love story mu??
BalasHapusterlalu rumit tuk diceritakan. dan terlalu berlebihan tuk menggulirkan air mata
BalasHapus