Jumat, 10 Oktober 2014

Cinta dan Cita



……………
Apakah itu cinta
apakah itu cita
yang mampu melengkapi
lubang di hati ini……
(lubang hati; Letto)

Petikan Reff lyric lagu di atas berada pada album letto yang berjudul Lethologica. Lagu ini dinyanyikan oleh group band asli Jogja yang digawangi oleh Noe. Sangat puitis sekali. Sangat menyentuh. Sangat dalam makna yang dikandung. Untaian lyric ini mengingatkan kita bahwasannya di dalam hati terdapat lubang. Apakah sesuatu yang bisa melengkapi lubang tersebut, cinta ataukah cita.
Kisah ini mengingatkan kisah cinta yang pernah ada. Kisah cinta yang tidak biasa dan terasa cukup menarik dan jarang sekali ditemukan diseputaran cinta zaman ini. Kisah asmara antara aku dan dia. Menjalin kasih dan persahabatan yang berujung cinta. 
Cinta mulai datang lagi ketika aku mengenal dia. Dia perempuan berkaca mata berpenampilan sederhana. Dia tidak menuntut apapun dari keadaan dan sifatku yang aneh. Hubungan kita pun juga berbeda dengan banyak remaja biasanya. Remaja biasanya mengajak jalan pacarnya menuju ke tempat indah, cafe, dan taman rekreasi yang menyenangkan tuk menikmati pemandangan dan berbincang-bincang segala sesuatu. Namun berbeda dengan kita, kita biasanya menghabiskan waktu tuk sekedar mencari buku pesanan teman sembari berjalan-jalan. Dan kita tidak akan pergi keluar bersama bila tidak ada pesanan buku. Begitulah kami menghabiskan waktu bersama.      
Kisah ini bermula ketika aku dan dia sedang belajar bersama di kampus. Aku dan dia berada dalam satu kelas. Kampus merupakan saksi bisu hubungan antara aku dan dia. Aku kenal dia sejak kita ditemukan di kelas yang sama. Saat semester tiga. Hubungan ini berasal tidak jauh beda dengan kisah asmara lain. Yaitu bermula dengan hubungan kakak adik.

Kesamaan Cita
Kita bisa awet menjalin hubungan karena kita memiliki cita yang sama. Cita untuk mendirikan lembaga sekolah yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, cita mendambakan kehidupan yang biasa-biasa saja, cita memiliki toko buku dan masih banyak lagi cita yang hampir sama. Selain itu juga karena tidak adanya tuntutan dalam kehidupan masing-masing. Hubungan hanya sekedarnya tidak ingin menguasai satu dengan yang satunya. Masih sadar akan posisi masing-masing. Karena cinta bukanlah penguasaan diri atas diri yang lain dalam segala hal. Kalau ada penguasaan itu namanya eksploitasi atas diri pasangannya.
Atas dasar kesamaan inilah yang menjadikan kita berkomitmen tuk saling percaya dan menjaga kepercayaan yang telah dibuat. Kesungguhan inilah yang membuat kita yakin tuk melangkah lebih maju dikemudian hari.     
Perawakannya yang biasa membuat banyak lelaki tertarik tuk mendekatinya. Selain perawakan yang sederhana itu aku memilihnya karena ada jiwa kesederhanaan dan kebersahajaan seorang perempuan. Kandungan jiwa yang sangat jarang aku temukan pada perempuan pada umumnya. Cintaku padanya merupakan mawaddah bukan mahabbah. Kalau mahabbah masih menjadikan tampak fisik sebagai pertimbangan tuk menyukainya sedangkan mawaddah lebih condong kepada inner beauty yang terpancar lewat prilakunya.   
Oleh karena itu mengapa dalam banyak resepsi pernikahan ustad selalu mengucapkan kata sakinah mawaddah warahmah. Karena mawaddah dalam rangkaian kata tersebut diartikan cinta yang bukan hanya nampak pada fisikalnya, namun lebih kepada inner beaty yanga terkandung dalam jiwa perempuan tersebut.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar