……………
Apakah itu cinta
apakah itu cita
yang mampu melengkapi
lubang di hati ini……
(lubang hati; Letto)
Petikan
Reff lyric lagu di atas berada pada album letto yang berjudul Lethologica.
Lagu ini dinyanyikan oleh group band asli Jogja yang digawangi oleh Noe. Sangat
puitis sekali. Sangat menyentuh. Sangat dalam makna yang dikandung. Untaian lyric
ini mengingatkan kita bahwasannya di dalam hati terdapat lubang. Apakah sesuatu
yang bisa melengkapi lubang tersebut, cinta ataukah cita.
Kisah
ini mengingatkan kisah cinta yang pernah ada. Kisah cinta yang tidak biasa dan
terasa cukup menarik dan jarang sekali ditemukan diseputaran cinta zaman ini.
Kisah asmara antara aku dan dia. Menjalin kasih dan persahabatan yang berujung
cinta.
Cinta
mulai datang lagi ketika aku mengenal dia. Dia perempuan berkaca mata
berpenampilan sederhana. Dia tidak menuntut apapun dari keadaan dan sifatku
yang aneh. Hubungan kita pun juga berbeda dengan banyak remaja biasanya. Remaja
biasanya mengajak jalan pacarnya menuju ke tempat indah, cafe, dan taman
rekreasi yang menyenangkan tuk menikmati pemandangan dan berbincang-bincang
segala sesuatu. Namun berbeda dengan kita, kita biasanya menghabiskan waktu tuk
sekedar mencari buku pesanan teman sembari berjalan-jalan. Dan kita tidak akan
pergi keluar bersama bila tidak ada pesanan buku. Begitulah kami menghabiskan
waktu bersama.
Kisah
ini bermula ketika aku dan dia sedang belajar bersama di kampus. Aku dan dia
berada dalam satu kelas. Kampus merupakan saksi bisu hubungan antara aku dan
dia. Aku kenal dia sejak kita ditemukan di kelas yang sama. Saat semester tiga.
Hubungan ini berasal tidak jauh beda dengan kisah asmara lain. Yaitu bermula
dengan hubungan kakak adik.
Kesamaan
Cita
Kita
bisa awet menjalin hubungan karena kita memiliki cita yang sama. Cita untuk
mendirikan lembaga sekolah yang berbeda dengan sekolah pada umumnya, cita
mendambakan kehidupan yang biasa-biasa saja, cita memiliki toko buku dan masih
banyak lagi cita yang hampir sama. Selain itu juga karena tidak adanya tuntutan
dalam kehidupan masing-masing. Hubungan hanya sekedarnya tidak ingin menguasai
satu dengan yang satunya. Masih sadar akan posisi masing-masing. Karena cinta
bukanlah penguasaan diri atas diri yang lain dalam segala hal. Kalau ada
penguasaan itu namanya eksploitasi atas diri pasangannya.
Atas
dasar kesamaan inilah yang menjadikan kita berkomitmen tuk saling percaya dan
menjaga kepercayaan yang telah dibuat. Kesungguhan inilah yang membuat kita
yakin tuk melangkah lebih maju dikemudian hari.
Perawakannya
yang biasa membuat banyak lelaki tertarik tuk mendekatinya. Selain perawakan
yang sederhana itu aku memilihnya karena ada jiwa kesederhanaan dan
kebersahajaan seorang perempuan. Kandungan jiwa yang sangat jarang aku temukan
pada perempuan pada umumnya. Cintaku padanya merupakan mawaddah bukan mahabbah.
Kalau mahabbah masih menjadikan tampak fisik sebagai pertimbangan tuk
menyukainya sedangkan mawaddah lebih condong kepada inner beauty yang
terpancar lewat prilakunya.
Oleh
karena itu mengapa dalam banyak resepsi pernikahan ustad selalu mengucapkan
kata sakinah mawaddah warahmah. Karena mawaddah dalam rangkaian kata
tersebut diartikan cinta yang bukan hanya nampak pada fisikalnya, namun lebih
kepada inner beaty yanga terkandung dalam jiwa perempuan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar