Judul : Perkawinan Mahkota Maut
Penulis : Tara Zagita
Penerbit : Sinar Matahari
Tahun Terbit : Pertama, tanpa tahun
Jumlah Halaman : 160 halaman
ISBN : 085-725-349-655-(bukan
nomer ISBN yang sebenarnya)
Peresensi Gadungan : Ahmad Faid
Cinta merupakan anugerah yang Maha
Cinta untuk makhluknya. Cinta tak dapat hilang meski nyawa sudah tak lagi ada
di dalam raga. Seperti halanya cerita cinta yang ditulis Tara Zagita dalam buku
ini. Tara mengisahkan cerita cinta yang aneh.
Tedo merupakan tokoh utama di
dalam buku ini. Pasangan Tedo bernama Intan. Mereka adalah pasangan yang
serasi. Keduanya saling mencinta. Hari-hari yang dilaluipun penuh dengan
kebahagiaan. Hingga pasangan ini memutuskan untuk mengakhiri kisah romantisnya,
yang belum sah, menuju kisah yang akan membawa kebahagiaan hingga akhir hayat
nanti, harapannya.
Namun nahasnya setelah
pertunangan, Intan yang diharapkan menjadi pasangan hidup Tedo telah mengahadap
malaikat maut. Dia kecelakaan. Bayangan Tedo dan Intan untuk hidup bahagia kini
telah sirna. Tedo mengalami trauma yang mendalam. Puncak dari trauma yang
diderita adalah Tedotidak bisa dan mau membina keluarga dengan orang lain.
Entah sampai kapan trauma yang diderita ini akan hilang.
Intan mengaku bahwasannya untuk
memasuki raga seseorang, dia harus membunuhnya terleih dahulu. Bila intan masuk
ke dalam raga yang masih ada ruh nya maka akan ada pertentangan dalam
bertindak. Begitulah yang dialami oleh Anisa. dia dibunuh oleh intan dengan
cara menghentikan detak jantungnya. Sehingga orang disekitarnya mengira bahwa
Anisa telah meninggal dunia.
Keperawanan intan menjadikan
Bohar tertarik untuk mengusai ruh intan. Bahkan dia rela mengejar-ngejar
kemanapun intan berada. Dia pula yang meneror dan mencoba untuk membunuh tedo
agar mau melepaskan intan. Bohar akan terus mengejar ruh intan selama intan
masih perawan.
Ada tiga orang yang harus menjadi
korban untuk didiami ruhnya Intan. Yaitu Anisa, Yohana dan suster Indi. Dari
kedua orang tersebut, intan harus membunuhnya. Akan tetapi berbeda dengan
suster Indi, dia tidak harus dibunuh karena dia merrupakan teman dekat dari
Tedo. Intan dilarang menambah korban lagi. Cukuplah dua korban saja yang harus
menjadi korban menuruti keinginan intan.
Namun begitulah cinta sejati. Seberat apapun rintangan yang menghadang,
tidak akan bisa memisahkan cinta tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar