Sabtu, 11 Oktober 2014

Perkawinan Mahkota Maut



Judul                                   : Perkawinan Mahkota Maut
Penulis                                : Tara Zagita
Penerbit                              : Sinar Matahari
Tahun Terbit                       : Pertama, tanpa tahun
Jumlah Halaman                : 160 halaman
ISBN                                  :  085-725-349-655-(bukan nomer ISBN yang sebenarnya)
Peresensi Gadungan           : Ahmad Faid 

Cinta merupakan anugerah yang Maha Cinta untuk makhluknya. Cinta tak dapat hilang meski nyawa sudah tak lagi ada di dalam raga. Seperti halanya cerita cinta yang ditulis Tara Zagita dalam buku ini. Tara mengisahkan cerita cinta yang aneh.
Tedo merupakan tokoh utama di dalam buku ini. Pasangan Tedo bernama Intan. Mereka adalah pasangan yang serasi. Keduanya saling mencinta. Hari-hari yang dilaluipun penuh dengan kebahagiaan. Hingga pasangan ini memutuskan untuk mengakhiri kisah romantisnya, yang belum sah, menuju kisah yang akan membawa kebahagiaan hingga akhir hayat nanti, harapannya.
Namun nahasnya setelah pertunangan, Intan yang diharapkan menjadi pasangan hidup Tedo telah mengahadap malaikat maut. Dia kecelakaan. Bayangan Tedo dan Intan untuk hidup bahagia kini telah sirna. Tedo mengalami trauma yang mendalam. Puncak dari trauma yang diderita adalah Tedotidak bisa dan mau membina keluarga dengan orang lain. Entah sampai kapan trauma yang diderita ini akan hilang.
Intan mengaku bahwasannya untuk memasuki raga seseorang, dia harus membunuhnya terleih dahulu. Bila intan masuk ke dalam raga yang masih ada ruh nya maka akan ada pertentangan dalam bertindak. Begitulah yang dialami oleh Anisa. dia dibunuh oleh intan dengan cara menghentikan detak jantungnya. Sehingga orang disekitarnya mengira bahwa Anisa telah meninggal dunia.  
Keperawanan intan menjadikan Bohar tertarik untuk mengusai ruh intan. Bahkan dia rela mengejar-ngejar kemanapun intan berada. Dia pula yang meneror dan mencoba untuk membunuh tedo agar mau melepaskan intan. Bohar akan terus mengejar ruh intan selama intan masih perawan.
Ada tiga orang yang harus menjadi korban untuk didiami ruhnya Intan. Yaitu Anisa, Yohana dan suster Indi. Dari kedua orang tersebut, intan harus membunuhnya. Akan tetapi berbeda dengan suster Indi, dia tidak harus dibunuh karena dia merrupakan teman dekat dari Tedo. Intan dilarang menambah korban lagi. Cukuplah dua korban saja yang harus menjadi korban menuruti keinginan intan.
Namun begitulah cinta sejati. Seberat apapun rintangan yang menghadang, tidak akan bisa memisahkan cinta tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar